Jumat, 20 Februari 2026

Dua Ribu Dua Puluh Lima

Tahun 2025 dalam numerologi Cina kuno adalah tahun kesembilan, yang merupakan angka akhir (1-9), dan kebetulan sekali bertepatan dengan shio ular yang identik dengan kejujuran dan pembaharuan (shedding). Saya sangat suka angka 9, angka ini diberikan leluhur kepada saya sebagai pertanda angka keberuntungan. Ke manapun saya melangkah, angka ini terus mengikuti saya sebagai pertanda perlindungan dan keselarasan. Nomor kamar, seat pesawat, nomor meja, biasanya dapat penjumlahan 9 atau nomor 9 tunggal. Konon jumlah huruf nama saya sengaja dibuat 9 karakter saja oleh papa untuk melambangkan keberuntungan hehe. 

Tahun angka 9 sebelumnya yang saya masih ingat dengan sangat jelas adalah tahun 2016, masa di mana saya menjalani pencarian spiritual besar-besaran, kadang komunitas spiritual menyebutnya "dark night of the soul". Tahun 2016 membuat saya bertanya, meragukan diri sendiri, menutup diri, gamang, dan lainnya sehingga hanya bunga-bungaan tempat saya menemukan kedamaian hati kala itu. Itulah masa 'lahir baru' spiritual terbesar saya dan karena masih awam, saya banyak merasa tidak stabil dan sendirian. 

Tahun 2025 punya motif yang mirip dengan 2016, tapi syukurlah saya nampaknya punya spiritual maturity yang berbeda dibandingkan 9 tahun lalu. Bahkan ibu-ibu pekerja anak 1 ini menemukan thrill hidup yang membuatnya excited kembali hehe. Tahun ini mendorong saya menuntaskan apa yang harus diselesaikan sambil mempersiapkan mental saya untuk "terlahir kembali" ke era baru rentang hidup saya yang sudah menunggu. Jika harus jujur, sejak 2023 saya sudah "merasa" perlu ganti kulit, perlu lebih jujur dengan diri sendiri untuk bisa masuk ke fase hidup yang baru. Namun semua terlihat begitu jelas di tahun 2025, tepat pada waktu shedding yang sepertinya bukan hanya saya tapi orang-orang yang sensitif pada hal klenik seperti saya hehe.

Saya "dikirimi" beberapa orang guides di tahun 2025 ini. Semuanya foreigners dan saya berkesempatan ngobrol dengan 2 orang dengan astral intelejensia yang mengagumkan. Dua orang ini  luar biasa sekali melihat dengan jelas hal-hal yang belum bisa terdeteksi oleh radar kesadaran saya saat ini. Mereka ingin memastikan bahwa apapun yang saya alami di dunia yang penuh ilusi ini saya selalu dilindungi, diarahkan, didukung dengan luar biasa, dan tidak perlu takut untuk jujur sejujur-jujurnya pada diri sendiri, dan berpedar-berdenyut sesuai dengan keunikan energi yang dibawa. Kalau ada kesan umum yang bisa didapatkan dari pembelajaran spiritual kali ini adalah betapa dunia energi dan dunia spiritual adalah lapisan-lapisan maha luas yang terintrikasi dan teranyam sedemikian rupa, sedemikian luas sehingga dunia 3 dimensi kita tak mampu mendeskripsikannya selain mengatakan sumber dan/atau gabungan dari semua ini adalah "cinta yang maha akbar". Sedangkan manusia di bumi punya ego luar biasa besar padahal tinggal di salah satu lapisan dimensi terendah semesta, merasa paling tahu kunci surga, memang cocok jadi bahan candaan alien (atau kalau mau relijius "candaan malaikat-malaikat, surgawi dan nerakawi"). Manusia disini termasuk saya yaa wkwk. Walaupun saya bersyukur sekali diberi kesempatan mengintip luasnya jalinan emergi, saya dengan keterbatasan ini masih ingin belajar lebih dalam, karena semenarik itu, se-takterhingga itu dunia energi dan spirit.

Selain pengalaman spiritual yang intangible diatas, tahun 2025 membujuk saya untuk menjadi wanita lembut feminin yang banyak istirahat lolzz. Sebelumnya saya penganut "tidur 5 jam cukup", produktifitas adalah segalanya, always on top of my game, apalah itu wk. Entah mengapa tahun 2025 ini saya dibujuk memakai dress-dress cantik, mengutamakan waktu tidur lebih panjang, urusan kerjaan tidak perlu sampai membuat kita pressed. Dan anehnya, saya sukaaa sekali era feminin ini. Alih-alih merasa lemah karena lebih lembut, saya menemukan bahwa kekuatan perempuan sebenarnya terletak di kelembutan dan ketenangannya. Saya selalu merasa sangat logis dan in control, cukup maskulin dari cara berpikir. Ternyata feminin itu bisa bermain di area manifesting (yang mana bisa dibilang illogical) dan energy shaping (bukan micro-controlling). Saya cukup menikmati discovery ini hehe.

Disamping itu saya dihadiahkan 2 hal fisik di 2025 ini, 1 kali jalan-jalan ke negara tetangga Malaysia, dan banyak waktu bersama keluarga dekat maupun jauh. Banyak bersyukur untuk hadiah-hadiah ini.

Mungkin begitu dulu perenungan tahun 2025 yang sarat pembelajaran, berkat, dan pembaharuan. Terima kasih jalinan energi baik yang membawa saya pada tahun ke-9 yang penuh makna ini <3.





Minggu, 04 Januari 2026

Desember yang Berkah

Desember 2025 ini fokus bekerja saya pupus secara perlahan. Secara praktis saya hanya bekerja 2 minggu. Selebihnya saya cuti yang benar-benar cuti tidak melihat laptop. Jatah cuti yang saya tabung-tabung sejak lama berbuah manis di bulan Desember 2025 berlanjut ke Januari 2026 :D. Saya bisa pulang Kupang dan Soe menikmati waktu bersama keluarga yang penuh kehangatan, kadang kepanasan karena walau banyak hujan tetap terasa gerah.

Sejak awal 2025 saya sangat menunggu-nunggu bulan Desember karena tidak sabar melihat "what's next" nya hidup. Dan banyak sekali hal yang terjadi di 2025 di berbagai belahan dunia yang juga menunggu-nunggu akhir tahun, saya rasa banyak yang mirip: menunggu Desember tiba. Di penghujung tahun yang unik ini, saya menemui banyak berkah baik material, spiritual, maupun kombinasi keduanya.

Di bulan Desember 2025 saya diberi kesempatan untuk melakukan 2 proses administrasi dan dihubungkan dengan orang-orang baik, syukurlah. Semuanya terjadi dengan lancar dan tepat waktu. Lalu saya harus menjalani perpisahan bersama mitra kerja yang luar biasa kompak dan sehati, bekerja bersama kurang lebih 5 tahun bersama sejak awal 2021. Ini mengingatkan saya betapa beruntungnya punya rekan kerja yang sejalan, pekerjaan kantor yang sebenarnya intens terasa mudah diemban bersama. Meskipun sedih, saya rasa masing-masing kami memiliki jalur hidupnya masing-masing yang memang sudah waktunya bertumbuh di tempat-tempat berbeda. Di Soe kami sekeluarga diberi kesempatan untuk bertemu keluarga dekat menyambung silaturahmi dan bertukar candaan serta info-info terkini kehidupan. Satu lagi sebenarnya adalah berkah spiritual, saya diperkenankan (sekali lagi) bertemu dengan seorang yang punya kecerdasan ET teramat luas, yang membagikan sedikit ilmunya untuk saya bisa bercermin pada jejak-jejak perjalanan antar-waktu.

Ketika bicara berkah, sebenarnya persepsi manusia saya ini sangat terbatas. Banyak hal yang sebenarnya 'berkah' tetapi kesadaran yang terbatas ini lalai mendeteksinya. Ego manusia seringkali berfokus pada hal-hal material yang lebih tangible, melewatkan begitu banyak aspek hidup yang lebih subtle namun tidak kalah atau bahkan lebih esensial sifatnya. Terima kasih bulan Desember 2025, yang saya coba 'hitung' berkah dan berkatnya namun sedikit sekali yang saya sempat tuliskan. Terima kasih sudah memberi saya begitu banyak kebaikan, disadari maupun tidak <3