Sabtu, 22 Maret 2025

Februari Kusut

*Disclaimer: semua tulisan hanya pendapat pribadi yang bias; tidak perlu percaya apapun; tidak mencerminkan organisasi apapun; hanya saya yang sedang pesimis saja.
Peringatan: tidak usah dibaca kalau tidak ingin ikut pesimis.

Jumlah hari yang sedikit tidak menjanjikan masalah yang lebih sedikit. Seperti Februari yang saya pikir akan menjadi bulan yang short and sweet ternyata dipenuhi dengan kekusutan yang beruntun :D.

Ditabrak dan menabrak
Sabtu pagi yang cerah saya sedang menyetir mobil bersama Oliver. Seperti biasa kami melewati jalan lebar yang kadang padat karena banyak lokasi berbalik arah. Jalanan seperti biasa saja, kami menyetir pelan-pelan karena kiri kanan depan penuh mobil yang juga berjalan pelan. Tiba-tiba tanpa ada tanda apapun mobil kami terguncang hebat. Bruk!!! Kami ditabrak cukup keras dari belakang. Sedan BMW yang menabrak kami dari belakang lumayan hancur bagian depannya. Syukurlah Toyota Calya kami tidak begitu parah, walaupun ada bagian yang pecah bagian belakang. Saya cukup terguncang, bukan karena kerusakan mobil, tetapi karena tanpa hujan-angin ditabrak keras, apalagi sedang menyetir bersama Oliver. Kaget bukan main. Penabrak sepertinya mengantuk/tertidur dan tiba-tiba kaget dan menginjak gas dengan kencang. Beliau memberi kompensasi uang, walaupun ternyata setelah masuk bengkel biayanya 2x lipat dari yang diberikan. Saya terlalu malas untuk meminta kelebihan biaya bengkel.

Selain ditabrak, saya juga menabrak pagar sendiri. Syukurlah hanya merepotkan diri sendiri hehe. Ada mobil yang diparkir di sisi jalan dan saya salah mengambil haluan, jadilah sebelah kanan mobil tergerus. 

Dua kejadian ini terjadi di hari yang sama membuat saya terbengong-bengong sendiri. Besoknya saya temui ketok magic Mas Blitar kenalan saya. Beliau memoles semuanya seperti tidak terjadi apa-apa. Lumayan juga uang yang dikeluarkan untuk ini. Tapi syukurlah mobil kembali dalam keadaan baik. Sara ikhlaskan bencana mobil ini sambil merenungkan karma macam apa yang sedang saya bayarkan :D. 

Bolak-balik rumah sakit dan klinik
Tubuh ternyata butuh maintenance; seperti mobil, kadang ada saatnya kita perlu masuk bengkel sebentar.

Dikhianati dan ditipu negara berkali-kali
Sejak dulu sudah bermimpi ingin hidup di tempat yang lebih memanusiakan manusia. Di sini rakyat hanya dilihat sebagai sumber rejeki oleh koruptor dan penguasa. Susah sekali jadi manusia baik-baik. Mereka selalu berpikir: apa ya yang bisa dikeruk dari manusia miskin dan bodoh ini? Lihat berseragam takut dimintai uang dan diperdaya, lihat yang buncit takut dipajaki, lihat kursi tinggi takut ditipu, lihat tukang parkir takut dibeking ormas, lihat aplikasi baru takut data diri dieksploitasi, lihat inisiasi baru kuatir diri sendiri dan rakyat lainnya megap-megap dengan krisis dan inflasi. Lalu apa yang sudah kamu lakukan sebagai rakyat? SEMUANYA. Menjadi orang baik dan taat. Tapi apa? Otopilot lebih baik dari pada sistem parasit. Bahkan saat ada bangkai yang digali, rakyat naas pun berpikir: setan siapa yang sedang ditutupi kasusya sehingga bangkai ini yang dibuka duluan? Pesimis dengan entitas pura-pura mau maju ini, mau jadi besar ini. Trik-trik percaturan parasitisme dan ketidak-adilan itu diajari sejak usia dini dan diwariskan, mendarah daging saking nikmatnya mengambil apa yang bukan milik sendiri.

Krisis 
Saham plat merah turun seperti sedang COVID kembali. Apa karena sebagian sudah dimasukan ke dana anak dan bapak? Kalau begini saya rasa-rasanya mau mengambil semua saham saya (yang tidak seberapa sih, demi apa?) dan beralih judi ke lotre. Setidaknya ada permainan yang lebih fair. Jangan tanya apa yang fair di tempat ini. Sejak awal diiming-imingi dividen yang hanya remah-remahan mikro dari bergalon kelimpahan yang dikunci sendiri untuk anak-cucu, calon lintah selanjutnya.

I forgive you, February
Tapi tak akan kulupakan karena namanya juga menolak lupa. Semoga dengan tidak lupa kita jadi terus awas dan tidak terlalu naif saat melapor pajak, beli pertamax oplosan dan BBRI.

Lalu, Konoha, Australia bagian Utara, apa masih ada sistemmu yang tidak terlalu bengkok? Atau sebaiknya sebagai rakyat kami cukup menunduk dan pura-pura bodoh saja seperti arahan stafsus-influencer?